indosiar.com, Jakarta - Lima orang penyidik Polda Metro Jaya yang dimintai keterangan secara maraton oleh Tim 8 selama hampir tiga jam adalah Iza Fadri, M. Iriawan, Nico Afinta, Daniel Tifauna dan Tornagogo Sihombing. Pertemuan ini atas inisiatif kepolisian, bukan undangan Tim 8. Anggota Tim 8 Anies Baswedan mengatakan, dari hasil rekaman video dan keterangan Antasari Azhar sebelumnya, kuat dugaan bahwa inisiator pengungkapan rekaman pembicaraan dengan buronan bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Wijoyo, adalah Antasari Azhar . Anies Baswedan memastikan, Tim 8 telah memiliki kesimpulan sendiri dan tak terpengaruh hasil rekaman video tersebut. Rekaman video testimoni Antasari Azhar ini dibutuhkan untuk melengkapi rekomendasi tim 8, soal kronologis laporan pembicaraan dengan Anggoro Wijoyo untuk mengetahui asal mula sangkaan terhadap Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah. Terkait kasus serupa, Ari Muladi, kembali mendatangi Bareskrim Mabes Polri Kamis siang (12/11/2009), untuk melakukan wajib lapor, sebagai tersangka penggelapan uang dari Anggodo yang diduga diberikan pada Bibit dan Chandra, melalui tokoh bernama Yulianto, yang masih menjadi misteri. Ari didamping kuasa hukumnya hanya sebentar melakukan wajib lapor. Ia mengatakan siap dikonfrontir jika Polri memiliki bukti, tentang pertemuan dirinya, dengan pimpinan KPK di Belagio, Kuningan, Jakarta. Ari tetap berkeyakinan tidak melakukan pertemuan tersebut. Sementara kuasa hukum Bibit-Chandra, Ahmad Rifai mempertanyakan sikap profesional polisi, yang tidak memperbolehkan kliennya menambah berita acara pemeriksaan atau BAP. Padahal siapapun yang berurusan dengan hukum bisa saja menambahkan keterangannya di BAP sebagai bentuk keadilan dalam penyidikan. Lagi pula, berkas kliennya, saat ini masih ada tangan penyidik, karena harus dilengkapi keterangan tambahan penyidik. Dalam kesempatan terpisah, sekitar pukul 20.00, tokoh rekaman pembicaraan dengan sejumlah aparat penegak hukum, Anggodo Wijoyo bersama pengacaranya Bonaran Situmeang meninggalkan Bareskrim Mabes Polri, setelah menjalani pemeriksaan selama 3 jam. Kepada wartawan, Anggodo dalam keadaan sehat dan tidak akan melarikan diri. Dirinya mengaku merasa telah dilindungi sebagai saksi. Sementara itu, gelombang aksi unjuk rasa mendukung KPK, masih saja berdatangan. Kendati diguyur hujan lebat, elemen mahasiswa dan masyarakat ini, tetap melakukan unjuk rasa di gedung KPK. Mereka menuntut kpk untuk lebih berani menindak siapapun yang terlibat korupsi.(Tim Liputan/Ijs) Source : indosiar.com
14 November 2009
Testimoni Antasari Terus Bergulir
Posted by X-San at 2:48 PM 0 comments
Labels: Antasati Azhar, Bibit-Chandra, Ketua KPK, Tim 8
Antasari Temui Rani 10 Menit di Kamar 808
JAKARTA, KOMPAS.com — Misteri pertemuan Antasari Azhar dengan Rani Juliani di Kamar 808 Hotel Grand Mahakam, Blok M, Jakarta, mulai terkuak. Antasari diberitakan pernah melakukan pertemuan dengan Rani selama sekitar 5-10 menit setelah sering mendapat SMS dari caddy di Lapangan Golf Modernland, Tangerang, tersebut.
"Setelah menerima SMS berkali-kali dari Rani, akhirnya Pak Antasari mengundang yang bersangkutan datang ke hotel tersebut. Pertemuan hanya berlangsung sekitar 5-10 menit. Pintu kamar hotel terbuka," ujar salah seorang penasihat hukum Antasari, Ari Yusuf Amir, Selasa (5/5).
Apa pembicaraan antara Rani dan Antasari? "Rani minta agar Pak Antasari kembali menjadi member Padang Golf Modernland, Tangerang. Permintaan itu ditolak Pak Antasari. Saat itu Rani menjadi marketing padang golf itu," tambah Ari.
Ketika Antasari dan Rani berada di dalam kamar 808, tiba-tiba muncul Nasrudin Zulkarnaen. "Dalam kesempatan itu Nasrudin mengatakan bahwa Rani adalah istrinya," kata Ari.
Ari mengakui Antasari kenal dengan Rani Juliani sebagai caddy (pemandu golf) karena dia pernah menggunakan jasa perempuan itu. "Entah dari mana Rani mengetahui nomor handphone Pak Antasari. Karena terus-menerus di-SMS, Pak Antasari penasaran dan kemudian menghubungi Rani untuk bertemu," kata Ari.
Hotel Mahakam dipilih karena sering digunakan Antasari untuk menerima tamu-tamu yang memberi informasi seputar tindak pidana korupsi. "Untuk menerima tamu yang memberi informasi seputar korupsi perlu tempat yang agak tertutup," katanya.
Ditambahkan, pada saat itu Antasari juga ada janji dengan Nasrudin di hotel tersebut. "Pada waktu itu Pak Nasrudin ingin memberikan keterangan seputar adanya korupsi di PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI)," katanya.
Pertemuan itu kemudian menjadi dasar untuk menduga adanya cinta segitiga antara Rani, Antasari, dan Nasrudin. "Jadi tidak benar terjadi hubungan asmara antara Pak Antasari dan Rani. Kalau cerita itu kemudian dikembangkan sedemikian rupa, berarti Pak Antasari sengaja dijebak," tegasnya.
Ari tidak bersedia menjawab ketika ditanya apakah pada saat itu Nasrudin sempat mengambil gambar pertemuan Rani dengan Antasari di kamar 808 Hotel Mahakam. "Yang terpenting tidak terjadi perselingkuhan di tempat itu," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, beredar kabar terjadi percekcokan antara Antasari dan Nasrudin di Hotel Grand Mahakam, Jakarta. Pemicunya, Nasrudin mendapati Antasari mengencani Rani di hotel tersebut.
Juniver Girsang, penasihat hukum Antasari lainnya, juga mengungkapkan, kliennya mengenal Rani tiga tahun lalu di Padang Golf Modernland, Tangerang. "Beliau kenal tiga tahun lalu," ujar Juniver di Mapolda Metro Jaya, Selasa.
Namun, menurutnya, Antasari mengenal Rani hanya sebatas kenalan biasa saja. Tidak ada suatu hubungan khusus di antara mereka. "Tidak kenal dekat. Hanya sebatas kenal dia caddy di situ saja," tuturnya.
Saat bermain golf pun, Antasari tidak terlalu sering menggunakan jasa Rani. "Di situ caddy-caddy kan berkelompok," urainya.
Posted by X-San at 2:31 PM 0 comments
Labels: Antasati Azhar, Nasrudin Zulkarnaen, Rani Juliani
18 September 2009
Arus Kendaraan Jalur Selatan Meningkat
Posted by X-San at 7:26 AM 0 comments
Labels: arus kendaraan, arus mudik, Jalur Selatan, lebaran
Senjata Paling Ampuh Bunuh Bosan di Perjalanan
Kegiatan rutin setiap tahun akan segera tiba, apalagi kalau bukan mudik. Dengan semakin dekatnya hari raya Idul Fitri jalanan sudah mulai penuh sesak oleh kendaraan-kendaraan yang ingin mudik. Biasanya rasa bosan mulai muncul di tengah kemacetan lalu lintas. Untuk menghindari kebosanan, salah satu kegiatan yang paling menyenangkan adalah browsing! Kita bisa pantau arus lalu lintas di jalan-jalan utama, misalnya dengan video streaming, atau mengikuti perkembangan berita di website-website bahkan bisa chatting sepuasnya dengan teman-teman kita. Lebih menyenangkan lagi kalau kita mengikuti dan membaca status-status teman-teman di facebook dan twitter. Selain bisa tahu siapa-siapa saja yang mudik, kita juga bisa sekalian tahu titik-titik mana yang terkena macet. Untuk melakukan itu semua paling tidak kita harus punya handphone yang bisa browsing ataupun komputer, namun alangkah tidak praktisnya jika harus membawa komputer desktop atau laptop besar. Sekarang banyak tersedia Netbook, perangkat mungil yang praktis. Pilihan yang cukup menggiurkan adalah paket netbook langsung online dari operator Smart Telecom. Koneksi kecepatan uploadnya kurang lebih 5 kali dari koneksi 3.5G GSM. dikutip dari : kompas.com
Posted by X-San at 7:17 AM 0 comments
Labels: bosan, liburan, macet, online, Perjalanan
Ketika Cinta Bertasbih 2 Rilis Hari Ini!
Sudah menyaksikan film pertamanya? Berarti Anda wajib menonton kelanjutannya. Yup, ‘Ketika Cinta Bertasbih 2′ sudah bisa disaksikan di bioskop mulai hari ini, Kamis (17/9/2009). Setelah sembilan tahun melanjutkan pendidikan di Kairo, akhirnya Azzam kembali ke tanah air. Meski menyandang gelar sarjana dari Universitas Al-Azhar Kairo, ia ternyata sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Azzam pun memutuskan untuk berwirausaha seperti yang pernah ia lakukan di sana. Namun yang menjadi pertanyaan besar, bagaimana kisah percintaan Azzam. Anna, gadis pujaannya sudah keburu di pinang Furqon, sahabatnya. Akankah, Azzam mengalihkan perhatiannya kepada Eliana? Jika belum membaca novel karya Habiburrahman El Shirazy, Anda akan menemukan jawabannya di ‘Ketika Cinta Bertasbih 2′. ‘Ketika Cinta Bertasbih 2′ merupakan film garapan Chaerul Umam. Film ini pun masih dibintangi Kholidi Asadi Alam, Oki Setiana Dewi, Alice Sofie Norin, Andi Arsyil Rahman Putra dan Meyda Sefira. dikutip dari : oaseadwan.info
Posted by X-San at 7:04 AM 0 comments
Labels: bioskop, cinta, Film, Ketika Cinta Bertasbih 2, movie
Hindari Macet, Baik untuk Jantung Sehat
LEBARAN tinggal di depan mata. Budaya mudik pun sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia. Pulang ke kampung halaman dan bertemu sanak saudara merupakan kegiatan wajib saat Hari Raya tiba.
Persiapan fisik pun harus diperhatikan. Sebab, lelah dan stres akibat berjibaku dalam kemacetan bisa berimbas pada serangan jantung. Apalagi, ditambah dengan polusi udara dari kendaraan di sekitarnya.
Mereka yang menghisap asap kendaraan ketika kondisi jalan macet memiliki risiko terkena serangan jantung yang lebih tinggi. Hasil ini diungkapkan oleh Para Peneliti Environment Epidemiology University of Duisburg-Essen, Jerman.
Mereka yang menghisap asap dari kendaraan, memiliki kemungkinan mengalami pengerasan pada arteri. Sebagian besar kerusakan pada pembuluh darah ini terjadi karena tingginya tingkat partikel polutan pada asap pembuangan kendaraan bermotor.
Namun, para peneliti tersebut juga berpendapat, tidak tertutup kemungkinan faktor lain juga ikut berperan. Seperti suara ribut dari lalu lintas padat yang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah.
Nah, bila Anda sudah berbakat mewarisi penyakit jantung. Sebaiknya hindari kepadatan lalu lintas saat mudik. Pantau informasi jalur mudik sehingga Anda bisa menghindari jalur kemacetan.
Posted by X-San at 6:41 AM 0 comments
05 January 2009
Indonesia: Israeli strikes will only fuel radicalism: Faith groups
The moderate coalition, including the Wahid Institute, the Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), the Maarif Institute, Nahdlatul Ulama's (NU) youth wing Anshor, the Bishop Council of Indonesia (KWI) and the Indonesian Communion of Churches (PGI), condemned both Israel and Hamas for resorting to violence to achieve their respective goals.
"We condemn both Israel and Hamas for using violence. It only breeds more violence. It must never be used for any reason," ICRP executive director Siti Musdah Mulia said at a press conference.
Wahid Institute executive director Ahmad Suaedy said the Israeli attacks would serve to consolidate radical Islamic groups in Indonesia and abroad, and warned they could use Israel's strikes as a pretext for revenge, thus leading to an escalation in violence for many years to come.
"The unproportional Israeli attacks on the Gaza Strip will anger many Muslims. With the United Sates and the EU refraining from condemning it, the Muslim community will consider those countries in support of the attacks," he said.
Indonesia, the world's largest Muslim-majority country, has demanded the UN issue a resolution condemning Israel and forcing it to stop the attacks.
Many observers, however, say the United States would veto such a resolution, because it wanted Hamas, still on its list of terrorist organizations, "destroyed in the attacks". The Bush administration has dubbed Hamas "thugs" for provoking the offensive by firing rockets into Israel from Gaza.
Both Musdah and Suaedy also criticized U.S. president-elect Barack Obama for not making any statements on the attacks.
"As the U.S. president-elect, Obama can issue a statement condemning the Israeli attacks. He has promised to build a more peaceful and humane world, but his inaction casts doubt over his words," Suaedy said.
Musdah added the world would not be able to distinguish an Obama presidency from the current Bush one if the former did not take a firm stance against the attacks.
She also warned hard-line Indonesian Islamic groups against sending jihadis (fighters) to Palestine, saying it would only exacerbate the situation.
Foreign Minister Hassan Wirayuda also rejected the plan, saying sending aid to Palestinians would be more useful than dispatching fighters to the stricken area.
Several groups in Indonesia said they were recruiting volunteers to help fight Israel in reaction to the air strikes that began on Saturday.
"The idea is to help our brothers who are suffering. But the goodwill has to be adjusted to the situation on the ground," one group coordinator said.
Muhammadiyah and NU leaders also agreed Tuesday to send humanitarian aid to Palestine, rather than jihadis to fight Israel.
"We should not stay in mourning, but must take concrete action such as sending food, clothes and medical supplies," Muhammadiyah chairman Din Syamsuddin said after meeting with other Islamic leaders at the Muhammadiyah headquarters in Central Jakarta.
Anti-Israel demonstrations continued in many cities across the country on Tuesday, including a rally staged by hundreds of members of Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) outside the U.S. Embassy in Jakarta, to condemn the United States for its protection and support of Israel.
Source : http://old.thejakartapost.com/detailheadlines.asp
Posted by X-San at 4:04 AM 0 comments
Palestine: 25 Palestinians killed in the Israeli invasion
At least 485, one third of them children, have been killed and over 2500 injured in the eight days' bombing of Gaza by the Jewish State. The ground invasion in the Gaza Strip was kicked off on Saturday evening. Infantry troops, tanks and armored vehicles invaded the Gaza Strip from several directions under the coverage of artillery shells, naval and air strikes.
Soldiers invaded Gaza City from the east while tanks were stationed at the former Nitzarim settlement and firing shells at hundreds of homes. Several injuries were reported and dozens of homes where shelled.
Resistance fighters clashed with the invading forces in Al Zeitoun and neighborhood and in Al Shujaeyya, and fired dozens of mortar shells at the army; at least thirty soldiers were wounded, two seriously. Israeli tanks advanced towards Beit Hanoun and closed the main road that links the city with Gaza. Soldiers also invaded an area close to the American School in Beit Lahia and fired shells at the surrounded areas.
Sounds of explosions were heard over night and during early morning hours in several parts of the Gaza Strip, especially in Beit Hanoun and Beit Lahia. During night hours, soldiers killed four Palestinians in Beit Hanoun, two in Beit Lahia, three in Al Shujaeyya, and one in Khan Younis, several residents were wounded.
In Rafah, the army killed one Palestinian and wounded several others during clashes with resistance fighters. Furthermore, Israeli sources stated that 30 soldiers were wounded since the army started its ground offensive on Saturday evening.
The Israeli air force shelled at least 45 targets in several parts of the Gaza Strip, including tunnels and warehouses claimed to be used as storages for ammunition. Soldiers, armored vehicles and tanks invaded an area close to Juhr Ad Deek in the central Gaza Strip, shelled home in Jabalia and several areas in Al Mighraqa, several injuries were reported. Troops fired missiles at Al Shouka town, east of Rafah, and wounded at least five residents.
The Gaza Strip did not sleep as Israeli navy boats, tanks, artillery cannons and the Israeli air force shelled different areas including areas across the coast, the border and also shelled a gas station, local radio and TV agencies.
The army also hacked several local radio stations, threatened further shelling and said that the residents should leave their homes. It is worth mentioning that on Saturday evening the army shelled a crowded mosque during evening prayers and killed ten Palestinians, including two children; at least twenty others were wounded. Also on Saturday, the army killed four Palestinians near the Salah Ed Deen Gate in Gaza, while two others were killed after the Israeli air force shelled their vehicle in Khan Younis, at least one resident was wounded.
Hamas reported on Sunday that the Al Qassam Brigades of Hamas, managed to capture an Israeli soldier. Israeli authorities have not confirmed the capture. In related news, Israel announced on Sunday that it will not allow humanitarian aid into the Gaza Strip due to the ongoing ground offensive. Israeli security officials said that the Israeli security would decide in the coming days whether to allow trucks carrying humanitarian aid to enter the Gaza Strip.
Source : http://www.muslimnews.co.uk/news/
Posted by X-San at 3:28 AM 0 comments
Labels: Gaza Strip, Hamas, Israel, Palestine
01 January 2009
Indonesia: No sympathy for bombers, say Muslim groups
NU and Muhammadiyah said the bombers' actions destroyed the image of Islam, causing the international community to question whether the religion really fostered peace or violence. "Glorifying the three Bali bombers as mujahid (martyrs) is a grave mistake. It stems from a delusion that such an honor can be achieved only through bombings and shouting 'Allahu Akbar' (God is great)," said NU deputy chairman Masdar F. Mas'udi. He said a jihad or holy war to defend Islam must be done by "improving the Muslim community's prosperity, knowledge and morality". After a series of delays, Amrozi, 47, Mukhlas, 48, and Imam, 38, were executed by firing squad shortly after midnight early Sunday for their roles in the 2002 Bali bombings that killed 202 people. Thousands of supporters packed the bombers' burial processions at their hometowns, with critics slamming the government for allowing public sympathy for the executed terrorists to boil over.
Masdar, an Islamic jurisprudence expert, said the execution of the three convicted terrorists should be seen as an application of qishas (strict Islamic law that suggests a soul be paid with a soul), which the bombers strongly believed in. "Based on the qishas model, they still owe at least 199 souls. And that doesn't include the injuries and the severe damage they caused to Islam and Muslims," Masdar added.
He urged the government and the media to be aware that support for the three terrorists could grow and inspire a new generation of bombers because of the government's execution delays and intensive media coverage. Muhammadiyah chairman Din Syamsuddin also denounced the misuse of Islam by the Bali bombers to achieve their goals. Achieving goals through violent means is not part of Islamic teaching that promotes blessings and peace for the universe, he stressed. "We reject all violence and terrorism. And a jihad can't be achieved by attacking others, even those considered enemies. We must learn after this that the use of violence and attacks cannot be tolerated in our religion," he said.
Mahfudz Siddiq, a senior legislator from the Islamic-based Prosperous Justice Party (PKS), said Indonesian Muslims should learn not to allow radicalism and religious violence to fester in the world's largest Muslim-majority country. "The government must be serious in eradicating all sources of radicalism to stop similar incidents from happening," he said.
Source : http://www.muslimnews.co.uk/news/
Posted by X-San at 3:51 AM 0 comments
Labels: Bali bombers, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Prosperous Justice Party (PKS)


