14 November 2009

Testimoni Antasari Terus Bergulir

indosiar.com, Jakarta - Lima orang penyidik Polda Metro Jaya yang dimintai keterangan secara maraton oleh Tim 8 selama hampir tiga jam adalah Iza Fadri, M. Iriawan, Nico Afinta, Daniel Tifauna dan Tornagogo Sihombing. Pertemuan ini atas inisiatif kepolisian, bukan undangan Tim 8.

Anggota Tim 8 Anies Baswedan mengatakan, dari hasil rekaman video dan keterangan Antasari Azhar sebelumnya, kuat dugaan bahwa inisiator pengungkapan rekaman pembicaraan dengan buronan bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Wijoyo, adalah Antasari Azhar .

Anies Baswedan memastikan, Tim 8 telah memiliki kesimpulan sendiri dan tak terpengaruh hasil rekaman video tersebut. Rekaman video testimoni Antasari Azhar ini dibutuhkan untuk melengkapi rekomendasi tim 8, soal kronologis laporan pembicaraan dengan Anggoro Wijoyo untuk mengetahui asal mula sangkaan terhadap Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah.

Terkait kasus serupa, Ari Muladi, kembali mendatangi Bareskrim Mabes Polri Kamis siang (12/11/2009), untuk melakukan wajib lapor, sebagai tersangka penggelapan uang dari Anggodo yang diduga diberikan pada Bibit dan Chandra, melalui tokoh bernama Yulianto, yang masih menjadi misteri.

Ari didamping kuasa hukumnya hanya sebentar melakukan wajib lapor. Ia mengatakan siap dikonfrontir jika Polri memiliki bukti, tentang pertemuan dirinya, dengan pimpinan KPK di Belagio, Kuningan, Jakarta. Ari tetap berkeyakinan tidak melakukan pertemuan tersebut.

Sementara kuasa hukum Bibit-Chandra, Ahmad Rifai mempertanyakan sikap profesional polisi, yang tidak memperbolehkan kliennya menambah berita acara pemeriksaan atau BAP. Padahal siapapun yang berurusan dengan hukum bisa saja menambahkan keterangannya di BAP sebagai bentuk keadilan dalam penyidikan. Lagi pula, berkas kliennya, saat ini masih ada tangan penyidik, karena harus dilengkapi keterangan tambahan penyidik.

Dalam kesempatan terpisah, sekitar pukul 20.00, tokoh rekaman pembicaraan dengan sejumlah aparat penegak hukum, Anggodo Wijoyo bersama pengacaranya Bonaran Situmeang meninggalkan Bareskrim Mabes Polri, setelah menjalani pemeriksaan selama 3 jam. Kepada wartawan, Anggodo dalam keadaan sehat dan tidak akan melarikan diri. Dirinya mengaku merasa telah dilindungi sebagai saksi.

Sementara itu, gelombang aksi unjuk rasa mendukung KPK, masih saja berdatangan. Kendati diguyur hujan lebat, elemen mahasiswa dan masyarakat ini, tetap melakukan unjuk rasa di gedung KPK. Mereka menuntut kpk untuk lebih berani menindak siapapun yang terlibat korupsi.(Tim Liputan/Ijs)

Source : indosiar.com

Antasari Temui Rani 10 Menit di Kamar 808

Laporan wartawan Persda Network Sugiyarto

JAKARTA, KOMPAS.com — Misteri pertemuan Antasari Azhar dengan Rani Juliani di Kamar 808 Hotel Grand Mahakam, Blok M, Jakarta, mulai terkuak. Antasari diberitakan pernah melakukan pertemuan dengan Rani selama sekitar 5-10 menit setelah sering mendapat SMS dari caddy di Lapangan Golf Modernland, Tangerang, tersebut.

"Setelah menerima SMS berkali-kali dari Rani, akhirnya Pak Antasari mengundang yang bersangkutan datang ke hotel tersebut. Pertemuan hanya berlangsung sekitar 5-10 menit. Pintu kamar hotel terbuka," ujar salah seorang penasihat hukum Antasari, Ari Yusuf Amir, Selasa (5/5).

Apa pembicaraan antara Rani dan Antasari? "Rani minta agar Pak Antasari kembali menjadi member Padang Golf Modernland, Tangerang. Permintaan itu ditolak Pak Antasari. Saat itu Rani menjadi marketing padang golf itu," tambah Ari.

Ketika Antasari dan Rani berada di dalam kamar 808, tiba-tiba muncul Nasrudin Zulkarnaen. "Dalam kesempatan itu Nasrudin mengatakan bahwa Rani adalah istrinya," kata Ari.

Ari mengakui Antasari kenal dengan Rani Juliani sebagai caddy (pemandu golf) karena dia pernah menggunakan jasa perempuan itu. "Entah dari mana Rani mengetahui nomor handphone Pak Antasari. Karena terus-menerus di-SMS, Pak Antasari penasaran dan kemudian menghubungi Rani untuk bertemu," kata Ari.

Hotel Mahakam dipilih karena sering digunakan Antasari untuk menerima tamu-tamu yang memberi informasi seputar tindak pidana korupsi. "Untuk menerima tamu yang memberi informasi seputar korupsi perlu tempat yang agak tertutup," katanya.

Ditambahkan, pada saat itu Antasari juga ada janji dengan Nasrudin di hotel tersebut. "Pada waktu itu Pak Nasrudin ingin memberikan keterangan seputar adanya korupsi di PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI)," katanya.

Pertemuan itu kemudian menjadi dasar untuk menduga adanya cinta segitiga antara Rani, Antasari, dan Nasrudin. "Jadi tidak benar terjadi hubungan asmara antara Pak Antasari dan Rani. Kalau cerita itu kemudian dikembangkan sedemikian rupa, berarti Pak Antasari sengaja dijebak," tegasnya.

Ari tidak bersedia menjawab ketika ditanya apakah pada saat itu Nasrudin sempat mengambil gambar pertemuan Rani dengan Antasari di kamar 808 Hotel Mahakam. "Yang terpenting tidak terjadi perselingkuhan di tempat itu," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar kabar terjadi percekcokan antara Antasari dan Nasrudin di Hotel Grand Mahakam, Jakarta. Pemicunya, Nasrudin mendapati Antasari mengencani Rani di hotel tersebut.

Juniver Girsang, penasihat hukum Antasari lainnya, juga mengungkapkan, kliennya mengenal Rani tiga tahun lalu di Padang Golf Modernland, Tangerang. "Beliau kenal tiga tahun lalu," ujar Juniver di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Namun, menurutnya, Antasari mengenal Rani hanya sebatas kenalan biasa saja. Tidak ada suatu hubungan khusus di antara mereka. "Tidak kenal dekat. Hanya sebatas kenal dia caddy di situ saja," tuturnya.

Saat bermain golf pun, Antasari tidak terlalu sering menggunakan jasa Rani. "Di situ caddy-caddy kan berkelompok," urainya.


blogger templates | Make Money Online